Sabtu, 24 Juli 2010

Mengupas Misteri Kematian Bruce Lee


1940 adalah tahun naga, pada tahun itu di suatu rumah sakit di San Fransisco lahirlah Lee Hsiao Lung. Dokter yang menangani kelahiran bayi itu, memberinya nama Inggris, Bruce. Demikianlah sang legenda terlahir.
Saat berusia 6 tahun Bruce kecil sudah berakting untuk pertama kalinya dalam film berjudul “A Beginning Of A Boy”. Hal ini tidak mengherankan karena ayahnya Lee Hoi Chun adalah seorang aktor film.
Sebenarnya Bruce adalah anak yang rapuh bahkan ia termasuk anak yang susah makan. Sehingga ketika dia terlibat perkelahian ala jalanan ia mengalami kekalahan. Waktu itu ia berumur 14 tahun. Setelah berdiskusi dengan ibunya, ia memutuskan belajar seni bela diri.
Jenis ilmu bela diri yang ia pelajari adalahWing Chun, ia berguru dengan Sifu Yip Man. Ia juga berguru dengan master kungfu Siu Hon Sung. Biasanya dibutuhkan tiga minggu untuk menguasai 30 jurus Siu Hon Sung, Bruce Lee hanya memerlukan tiga malam saja. Disamping itu Bruce Lee juga mendapat ketrampilan anggar dari ayahnya. Ada satu hal unik, Bruce Lee tidak hanya mahir beladiri. Ternyata ia pintar menari cha-cha bahkan pada tahun 1958 ia berhasil meraih trophy Hongkong Cha-Cha Championship.
Seiring dengan berjalannya waktu, Bruce lee ingin sekali menguji keahlian kungfunya dalam perkelahian yang sesungguhnya. Maka ia pun terlibat dalam perkelahian jalanan. Polisi memberi peringatan kepada ibunya jika Bruce tidak menghentikan ulahnya maka ia akan ditahan. Lalu ayahnya membuat keputusan untuk mengirim Bruce ke Amerika agar menjadi orang yang lebih bertanggung jawab.Dengan berbekal 100 US$ berangkatlah ia ke tanah kelahirannya San Fransisco dengan kapal laut. Dalam perjalanan Bruce masih sempat mencari uang dengan memberi kursus tari cha-cha.
Di San Fransisco, Bruce dititipkan kepada teman ayahnya, Ruby Chow, pemilik sebuah restoran. Bruce pun ikut bekerja di restoran tersebut. Setelah menyelesaikan SMA, Bruce masih giat membina fisiknya. Baginya tidak cukup sekedar menjadi ahli seni bela diri yang baik, ia harus menjadi yang terbaik.
Bruce pun kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Seattle dan mengambil jurusan filsafat. Di universitas tersebut ia bersua dengan sesama teman dari Asia bernama Taki Kimura Kimura pernah mengalami serangkaian serangan rasialis. Didasari belas kasihan, Bruce memotivasi Kimura untuk meningkatkan harga dirinya dengan cara melatih dia seni beladiri. Inilah cikal bakal sekolah seni beladiri kungfu dan tidak lama kemudian sekolah itu pun berdiri. Sekolah ini terbuka untuk umum atau bagi siapa saja yang berminat. Berbeda sekali dengan di Hong Kong. Di Hong Kong, kung fu adalah ilmu rahasia yang tidak boleh sembarangan diajarkan kepada orang. Hanya orang terhormat saja yang boleh mempelajari kung fu.
Tahun 1961 ia berjumpa dengan seorang gadis bernama Linda Emery. Mereka jatuh cinta, menikah, lalu lahirlah Brandon disusul Shannon dua tahun kemudian.
Tahun 1964, dalam suatu turnamen karate, Bruce mendemonstrasikan jurus pukulan satu inchi yang legendaris. Seorang producer acara televisi sangat terkesan dengan penampilan Bruce yang penuh intensitas dan konsentrasi. Lalu ia melakukan pendekatan pada pihak Bruce Lee. Setelah melalui screening test, akhirnya Bruce mendapat peran sebagai kato dalam film Green Hornet. Kato hanyalah peran pembantu dalam film itu, namun popularitasnya mengalahkan peran utamanya, terlebih di Hong Kong

Van Williams, bintang utama Green Hornet, menceritakan tentang banyaknya stunt-man terluka karena gerakan Bruce, akibatnya sukar mencari stunt-man yang bersedia bekerja dengan Bruce. Bruce juga memiliki gerakan yang teramat cepat untuk ditangkap oleh kamera sehingga Bruce terpaksa memperlambat pergerakannya.
Setelah proyek “Green Hornet” usai Bruce membuka sekolah kung fu lagi yang baru bernama “Lee Jun Fan, Gung Fu Institute”. Di tempat inilah Bruce Lee belajar menggunakan senjata nunchaku. Para pesohor pun belajar kung fu di tempat ini seperti Kareem Abdul-Jabbar, James Coburn, dan Steve McQueen. Popularitas Bruce pun meningkat dan ini menaikkan nilai seorang Bruce Lee, untuk satu sesi latihan selama satu jam harga yang ditetapkan 300US$.
Di sekolah yang baru itu pula lah Bruce menciptakan teknik Jeet Kune Do, teknik memotong serangan. Bruce berpendapat memotong serangan lebih baik dan lebih cepat dari pada menahan lalu melakukan serangan.
Tahun 1967, Bruce membintangi “A Man Called Ironside”, sebagai seorang master martial art, Bruce sering melakukan adegan berbahaya sendiri tanpa stunt-man. Karir filmnya terus berlanjut, sampai akhirnya ia bisa memenuhi apa yang dicita-citakan yaitu dibayar lebih mahal daripada Steve McQueen perfilm.
Dengan pertimbangan tertentu Bruce memutuskan melanjutkan karir filmnya di Hong Kong. Beberapa film dibintanginya, sekarang Bruce sudah dianggap sebagai pahlawan nasional. Tidak puas dengan itu semua, dia membuka perusahaan sendiri karena ia ingin menulis skenario, menyutradarai, sekaligus membintangi film selanjutnya. Lagi-lagi Bruce berhasil, beberapa film produksi perusahaannya laris manis di pasaran.
Setelah berbagai film dibuat dan berbagai kesuksesan diraih, pada tanggal 10 Mei 1973 Bruce tiba-tiba pingsan selama setengah jam saat mengisi dubbing untuk “Enter The Dragon”. Dokter memberinya resep Manatol, obat untuk mengatasi gejala brain swelling (pengembangan otak).
Pada 20 Juli 1973, Bruce berencana akan bertemu dengan Raymond Chow dan Betty Ting Pei, yang akan menjadi salah satu bintang dalam film “Game of Death”. Di rumah Betty, Bruce mengeluh sakit kepala kemudian dia meminum Aguagesic, obat sakit kepala yg biasa dikonsumsi Betty. Lalu Bruce merebahkan diri, saat tertidur ternyata serangan brain swelling datang kembali. Akhirnya Bruce meninggal di ruang gawat darurat RS Queen Elizabeth.
Misteri Di Balik Kematian Bruce Lee
Kabar kematian Bruce Lee sangat mengejutkan, bahkan banyak yang tidak percaya. Berbagai spekulasi tentang kematiannya bermunculan, seperti:
1. Dia dibunuh oleh gangster karena menolak membayar uang keamanan, suatu praktek yang lazim dalan dunia perfilman Hong Kong saat itu.
2. Dia dibunuh pendekar shaolin yang marah karena Bruce telah menyebarkan kung fu kepada semua orang di penjuru dunia
3. Bruce dikutuk karena telah membeli rumah berhantu
4. Bruce meninggal saat berselingkuh dengan Betty Ting Pei
5. Kebanyakan orang Cina yakin Bruce tewas karena terlalu keras berlatih kung fu
Terlepas dari spekulasi tersebut, fakta medis menyebutkan Bruce meninggal setelah mengalami koma karena Cerebral Edema, pembengkakan otak karena cairan yang berlebih.





Berikut ada hal2 yg mungkin anda tidak tau mengenai Bruce Lee.
1. Bruce Lee memiliki cacat bawaan: kaki yang panjang sebelah dan testis yang besar sebelah.
2. Bruce Lee sebenarnya pake kacamata yg cukup tebal, dan dia menggunakan soft lens. Ternyata di Amerika soft lens udah ada dari jaman dahulu.
3. Bruce Lee bukan 100% Chinese, ibunya Grace Lee adalah blasteran chinese & german, jadi bisa dikatakan Bruce Lee memiliki 1/4 darah Jerman.
4. Bruce Lee pertama kali tampil dalam film pada umur 3 bulan. Ia dibawa ayahnya, seorang yg cukup terkenal dalam Chinese Opera untuk tampil pada film pertamanya.
5. Dalam suatu lelang, sebuah surat tulisan tangan Bruce Lee untuk memotivasi dirinya sendiri dgn judul “My Definite Chief Aim” terjual seharga US$29,500.
6. Kecepatan pukulan Bruce Lee adalah 1/500 detik dari jarak sekitar 1 meter ke targetnya.
7. Bruce Lee seorang yang sangat kuat untuk ukurannya, dia dapat melakukan pull up 50 kali dgn satu tangan. Bolo Yeung (aka Chong Li) yang segitu gede tidak pernah menang panco lawan Bruce Lee.
8. Bruce Lee dapat melakukan push up dgn satu tangan hanya dgn 2 jari (telunjuk dan jempol) dan terkadang dengan dua tangan, namun hanya menggunakan jempol saja.
9. Bruce Lee mempopulerkan teknik ‘one inch punch’ yaitu tinju dari jarak 1 inci, dan pada satu turnamen karate, dia mempraktekannya pada seorang juara judo asal Jepang yang memiliki berat sekitar 100 kg. Di sini terlihat pejudo itu ditinju dari jarak 1 inci sampai terangkat kedua kakinya dari lantai.
10. Pada umur 13 tahun Bruce Lee berguru pada Yip Man untuk belajar Wing Chun karena pada waktu itu ia ikut geng dan sering berantem dgn geng lain. Ia berpikir kalau teman2 gengnya sedang tidak bersamanya, bagaimana jika ia diserang rame2.
11. Ada tiga murid Bruce Lee yg pernah memenangkan World Karate Champion: Chuck Norris, Joe Lewis dan Mike Stone.
12. Di Amerika Bruce Lee mengajarkan kung fu kepada semua ras dgn tidak pilih2, dan karena itu dia ditantang oleh perguruan kung fu lain dgn tuduhan membocorkan rahasia Chinese Martial Art kepada ras lain. Bruce Lee menerima tantangan itu dan menghajar wakil dari perguruan tsb dalam waktu 3 menit. Bruce Lee kecewa, menurut dia perkelahian haruslah berlangsung dalam beberapa detik. Dari sini dia mulai berlatih lebih keras lagi, dan menemukan konsep “Jeet Kune Do”.
13. Film Dragon The Bruce Lee Story yg diperankan Jason Scott Lee adalah film yang sangat tidak akurat dalam menggambarkan cerita nyata Bruce Lee. Di film itu Bruce Lee ditendang punggungnya, menjadi lumpuh dan harus duduk di kursi roda. Dalam kejadian nyata, cedera Bruce Lee disebabkan karena ia berlatih dgn beban yg terlalu berat dan menyebabkan cedera tulang belakang, dan sebenarnya dia tidak pernah duduk di kursi roda.
14. Dalam istirahat dari cedera tulang belakangnya Bruce Lee selama 6 bulan, terciptalah buku “Tao of Jeet Kune Do” yg menjadi best seller.
15. Beberapa waktu sebelum kematian Bruce Lee, pa qua (sejenis jimat yg dipercaya dapat menangkal evil spirits) pada rumah Bruce Lee jatuh tertiup angin.

Kamis, 22 Juli 2010

inilah 3 legenda kungfu masa lalu

1. Wong Fei Hung



Wong Fei-Hung yang lahir pada 1847 di Kwantung (Guandong) berasal dari keluarga yang dikenal ahli dalam ilmu pengobatan dan beladiri tradisional Tiongkok (wushu). Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah tabib dan pemilik klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong), serta menguasai wushu tingkat tinggi yang membuatnya terkenal sebagai salah seorang dari Sepuluh Macan Kwantung.

Kombinasi ilmu pengobatan Tiongkok tradisional dan teknik beladiri yang berpadu dengan olah keluhuran budi membuat keluarga Wong banyak turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Banyak diantara pasiennya yang meminta bantuan pengobatan berasal dari kalangan miskin tetapi mereka tetap membantu dengan sungguh-sungguh. Selain itu, secara diam-diam keluarga Wong juga turut aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’ing yang korup dan menindas rakyat.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak perjumpaannya dengan guru ayahnya bernama Luk Ah-Choi yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar. Jurus ini ditemukan, dikembangkan dan menjadi andalan Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah pendekar dari Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintah pendudukan Manchuria (Dinasti Ch’ing) pada 1734. Dengan kepemimpinan Hung Hei-Kwun inilah, para pejuang pemberontak hampir mengalahkan dinasti penjajah jika saja pemerintah tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang).

Wong Fei-Hung kemudian meneruskan belajarnya pada ayahnya sendiri hingga kemudian pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan cakar macan dan pukulan khusus sembilan. Selain dengan tangan kosong, ia juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat setempat pernah menyaksikan bagaimana ia seorang diri dengan hanya bersenjatakan tongkat (toya) berhasil mengalahkan 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia mau membela rakyat kecil yang akan mereka peras.

Dalam awal kehidupan berkeluarganya, Tuhan mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek, lalu ia memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan pasangan hidupnya yang terakhir bernama Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga sangat ahli beladiri. Mok Gwai Lan pun turut mengajar beladiri pada kelas perempuan di perguruan suaminya. Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal.


2. Yip Man


Ip Man (Yip Man) adalah seorang legendaries kungfu yang beraliran Wing Chun. Dia telah mempelajari Wing Chun sejak umur 13 tahun. Menurut Wikipedia, Yip Man adalah Master Kungfu (Sifu) pertama yang mengajari Wing Chun secara terbuka untuk umum.

Yip Man lahir di Foshan tahun 1893 dari keluarga pedagang yang kaya, di umurnya yang ke-13 Yip belajar Wing Chun dari Chan Wah-Shun dan di teruskan oleh Ng Chung-sok sesuai pesan Chan sebelum meninggal.

Umur 16, Yip meneruskan studinya di St. Stephen's College, Hongkong, dimana sekolah tersebut diperuntukan orang-orang kaya dan orang asing di Hongkong.

Di sekolah ini Yip mulai dikenal sejak mengalahkan murip senior dengan beberapa gerakan kecil saja. Di umurnya ke-24 Yip kembali ke Foshan, dengan ilmu Wing Chunnya yang maju pesat, Yip tidak mendirikan sekolah ataupun perguruan disana, hanya mengajarkan kepada beberapa murid dan relasinya saja. Di masa kependudukan Jepang di China, Yip selalu menolak semua ajakan pemerintah Jepang agar Yip mau mengajari pasukan jepang bela diri.

Yip lalu kembali ke Hongkong dan mendirikan sebuah perguruan bela diri, Hampir semua bekas murid Yip menjadi orang terkenal, berhasil mendirikan perguruannya sendiri, menjadi pengatur bela diri dalam sebuah film atau bahkan bintang laganya sendiri, dan yang paling terkenal dari murid-murid Yip adalah Lee Xiao Long atau Bruce Lee.



yip man & bruce lee


2 Desember 1972, Yip meninggal di karenakan kanker, tetapi hasil ilmu bela diri yang di ajarkannya, Wing Chung telah menyebar ke segala penjuru dunia.

3. Huo Yan Jia



Huo Yanjia lahir di Tianjing, 1868 pada masa akhir dinasti Qing. Meskipun lahir dari keluarga tradisional Wushu, Huo Yuanjia lahir lemah dan rentan terhadap penyakit (pada usia dini dia menderita penyakit kuning dan asma), karena ini ayahnya menolak mengajarkan tradisional wushu kepada Huo. Namun begitu Huo mengamati diam-diam ayahnya ketika mengajari murid-muridnya berlatih bela diri dan mempraktekannya sendiri pada malam harinya. (bener-bener kek film-film kungfu ya gan?)

Di tahun 1890, keluarganya di kunjungi oleh seorang petarung dari Henan dan menjajal saudara tertua dari Huo YanJia, dimana kakak tertua Huo dikalahkan oleh petarung ini. Secara mengejutkan Huo menantang petarung tersebut dan berhasil mengalahkannya. Sejak itulah Huo di angkat murid oleh ayahnya. Setelah peristiwa itu, Huo banyak mendapat banyak tantangan dari daerah-daerah tetangganya dan berhasil mengalahkan setiap tantangan, nama Huo semakin terkenal. Nama Huo terus semakin terkenal setelah dia juga mengalahkan seorang kepala bandit yang menyerah kelompok biksu.

Huo juga di kabarkan menerima tantangan dari pegulat Rusia dan petinju Inggris.
Tahun 1909 Huo Yuanjia mendirikan Chin Woo Fisik Training Center (yang kemudian dikenal sebagai Chin Woo Athletic Association) di Shanghai dan di dukung oleh teman-teman dekatnya di antaranya adalah Sun Yat Sen.

Seorang dokter dari perkumpulan judo Jepang di Shanghai yang mengetahui penyakit Huo (penyakit kuning dan juga TBC) mengundangnya dalam sebuah kompetisi. Huo mengirimkan muridnya Liu Zhensheng, walaupun tidak di umumkan siapa pemenangnya, perkumpulan judo Jepang mengakui bahwa banyak yang terluka dalam kompetisi ini, bahkan kepala instrukturnya sendiri juga terluka.

9 Agustus 1910, Huo meninggal dunia. pada tahun 1989 pemerintah Tianjin memindahkan makamnya, di temukan bintik-bintik hitam di tulang punggungnya dan bukti lab mengatakan bahwa itu adalah hasil daripada racun yang ada di tubuh Huo. ini menguatkan rumor bahwa Huo di bunuh menggunakan racun.

Sabtu, 03 Juli 2010

Beladiri Sebagai Pembangun Karakter

by :Afandi Chandra/p'e (PSTD Indonesia)

salah satu filosofi yg berpengaruh dari Silek Minangkabau adalah
tau garak jo garik...

Tau garak jo garik
Tau bayang kato sampai
Tau rantiang nan ka mancucuak
Tau batu nan ka manaruang
Alun takilek lah takalam

(seorang pandeka tidak boleh bersifat terburu nafsu, pendorong dan memakai ilmu katak; bila teringat langsung melompat….cara duduk, berdiri melangkah ataupun melenggang, menggerakkan bagian tubuh dan lain sebagainya selalu diiringi dengan kewaspadaan yang tinggi…..tidak saja hemat dengan gerak, akan tetapi juga hemat dengan kata-kata dan tutur bahasa, merasa takut akan menyinggung perasaan orang lain dan peka terhadap segala sesuatu yang akan terjadi.…)

Itulah ungkapan falsafah dari ajaran Pencak Silat Minang, Pencak silat yang lebih dikenal dengan istilah silat atau Silek sangat erat hubungannya dengan sejarah dan adat istiadat Minang Kabau di Sumatera Barat. masyarakat Minang yang berpedoman kepada adat basandi syarak, syarak basandi Khitabullah, dimana masyarakat minang benar-benar memegang teguh dan menjunjung tinggi adat istiadat berdasarkan agama yakni agama Islam. Dan ajaran Silat membentuk karakter masyarakat untuk mematuhi ajaran adat dan Agama tersebut karena Silek bagi orang minang merupakan ajaran yang sejalan dengan adat dan agama.

Silat minangkabau adalah salah satu kebudayaan khas yang diwariskan oleh nenek moyang orang minang kabau sejak zaman dulu. Dilihat dari asal-usulnya, aliran pencak silat minang berasal dari pusat kerajaan Minangkabau di Pagaruyung. Ajaran pencak silat yang berpedoman kepada Alam Takambang Jadi Guru (belajar dari pengalaman akan tantangan alam) sehingga membentu karakter ciri khas aliran-aliran pencak silat yang terdapat diminang, hal ini terlihat dari ciri permainan silat yang terdapat pada Luhak nan tigo, yaitu Luhak Tanah Datar, Luhak Agam, Luhak Lima Puluh Kota yang pada saat itu menjadi wilayah kekuasan Pagaruyung. Masing-masing aliran menyesuaikan gerakan dan keunikan alirannya berdasarkan ciri dari daerah yang mereka tempati. Seperti adanya aliran yang meniru gerakan dari binatang harimau, burung, buaya atupun ular. Disamping itu terdapat perbedaan antara daerah darek dan daerah pasisia, dimana daerah Darek (darat) memiliki tipe kuda-kuda rendah dari pada aliran yang ada di Pasisia (pesisir) sebab mereka tinggal didaerah perbukitan sedangkan daerah pasisie relatif berpasir yang umumnya ciri-ciri kuda-kudanya rendah dan kokoh.
Adapun aliran silat minang tersebut diantaranya: silat tuo, kumango, starlak, lintau, pauh, sungai patai, harimau campo, buayo, silek gadang, luncua, silek lamo, gunung paninjau, paninjauan jantan dan paninjauan batino, pusako, sakato, baringin, palito, sunua,dll

Silat merupakan sarana pembentukan generasi muda diminangkabau, dimana pada dahulunya silat minang diajari dirumah ataupun disurau atau langgar. Biasanya latihanya dilakukan dimalam hari setelah pengajian ditambah lagi pada zaman dulu para pemuda tersebut tinggal disurau ataupun musahala dikampungnya. Dan hal ini memudahkan pengembangan silat diranah minang dan dan setelah pengajian malam mereka biasanya belajar silat bersama-sama yang diajarkan oleh dubalang ataupun ninik mamak. Sehingga silek bagi orang minang benar-benar menjadi sarana ilmu pengetahuan, pengembang mental, pendewasaan diri, moral, budaya dan adat istiadat.

Pencak Silat telah mengakar pada sendi-sendi kehidupan masyarakat minangkabau, hal ini terlihat dengan upacara-upacara yang mengikut sertakan silat dalam kegiatannya,seni silat ini yang biasanya disebut Pancak (Pencak). Pancak diartikan sebagai bunga-bunga dari silek yang mengandung unsur seni keindahan gerak dari silat minang, berbeda halnya dengan silek yang merupakan permainan beladiri yang sesungguhnya tidak dapat dipertandingkan ataupun dipertontonkan. Oleh karena itu setiap seni pertunjukan yang ada di minangkabau selalu membawakan gerakan-gerakan pancak. Hal ini terlihat pada tarian-tarian tradisional minang, Seperti tari galombang yang ditampilkan pada upacara penobatan penghulu ataupun acara perkawinan, tari pasambahan pada upacara penyambutan tamu, tari piring, tari sewah, dan tari randai dimana sekelompok orang yang menari membentuk lingkaran mengisahkan hikayat cerita dan berbalas pantun secara bergantian yang adakalanya mereka menyepak, menerjang, memulkul ataupun menepuk dengan tangan.

Gerakan silek minang benar-benar merupakan rangkaian gerakan yang sarat akan makna etis, teknis, estetis dan sportif, yang merupakan falsafah budi pekerti luhur. Sehingga Pencak Silat pada hakekatnya adalah sarana dan meteri pendidikan rohani dan jasmani untuk membentuk manusia seutuhnya yang berkualitas, baik mental maupun fisik. Dengan demikan seorang Pandeka minangkabau adalah insan yang memiliki iman dan tagwa, memiliki sikap percaya diri dan tahu diri, rasa persaudaraan, kebersamaan, tolong menolong, arif dan bijaksana, saling menghormati dan menghargai orang lain sabar dan tidak sombong. Sehingga selama falsafah hal ini di pegang teguh, Silat Minang akan selalu ada dan mengakar dibumi ranah minang.

Tentang Kuda - Kuda

by : Andi Retman Chaniago

Saling berbagi :
Dalam karate dikenal banyak tipe kuda-kuda atau lebih akrab disebut dengan Dachi.
Secara umum dapat dibedakan dari ukuran atau lebarnya kuda-kuda tersebut. Yang menjadi patokan adalah lebarnya bahu.
1. Kuda-kuda setengah lebar bahu (seperti : Neko-ashi dachi)
1. Kuda-kuda selebar bahu (seperti : Sanshin Dachi)
2. Kuda-kuda dua kali lebar bahu (seperti: Kibadachi,Zenkutsu Dachi)

Dalam karate jika bicara kuda-kuda yang menjadi hal yang paling vital (mungkin juga disemua beladiri) adalah titik berat atau titik tumpu atau bisa disebut dengan centre of gravity dari masing-masing kuda-kuda yang dilakukan.

Bicara tentang Centre Of Gravity (COG) seakan bicara dua sisi mata uang. Kita bicara tentang kekuatan kuda-kuda sekaligus bicara tentang kelemahan kuda-kuda tersebut. Semakin tertancap COG maka akan semakin kuat kuda-kuda yang dilakukan dan akan semakin kokoh posisi tubuhnya. Baik dalam bertahan maupun dalam menyerang. COG bersifat dinamis sesuai dengan pergerakan yang dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika COG menjadi hilang maka kuda-kuda otomatis akan goyah bahkan bisa tidak ada sama sekali.
Dan tentu bagi seorang penyerang yang mahir maka cukuplah menyerang titik COG dari lawannya maka dapat dipastikan lawan akan goyah dan sebaliknya bagi pihak yang bertahan jika COGnya tidak tersentuh maka dengan cepat dia dapat melakukan serangan balik dengan memanfaatkan tenaga dari lawan yang menyerangnya.
Bagi anda yang ingin mempunyai kuda-kuda yang dinamis maka pelajarilah COG diri anda dan anda akan dapat juga mempelajari COG lawan anda. Dan disana letak kekuatan sebenarnya dari sebuah kuda-kuda sekaligus kelemahan kuda-kuda.

Dan saya pikir teori ini merupakan teori Fisika yang sangat alamiah sehingga dapat dipergunakan di semua beladiri.
Semoga bermanfaat.

Selasa, 22 Juni 2010

Seorang Pria Tidak Makan dan Minum 70 Tahun img Read more: Seorang Pria Tidak Makan dan Minum 70 Tahun - Asal Kamu Tahu Aja

Liputan6.com, New Delhi: Seorang pria India yang sudah berusia 82 tahun mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. kemampuan Prahlad Jani bertahan tanpa makanan dan minuman menarik perhatian Militer India untuk menelitinya.
Kini Prahlad Jani berada di ruang isolasi sebuah Rumah Sakit di Ahmedabad, Gurjarat dan diawasi ketat oleh tim dokter. Jani sudah berada di rumah sakit itu selama 6 hari tanpa makan dan minum, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda Jani mengalami kelaparan dan dehidrasi.


Prahlad Jani mengaku telah meninggalkan rumah sejak umur 7 tahun dan hidup sebagai pengembara Sadhu atau orang suci di Rajasthan. Jani disebut sebagai breatharian yang dapat hidup sendiri secara spiritual.
Jani meyakini hidupnya telah ditopang oleh seorang dewi yang menuangkan ramuan gaib melalui langit-langit mulutnya. Pengakuan Jani ini didukung oleh seorang dokter India yang ahli dalam bidang studi tentang orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural.
Pihak militer India tampaknya tertarik untuk mempelajari ilmu Prahland Jani dan berharap bisa diterapkan pada anggota pasukannya atau pada korban bencana sebelum bantuan tiba.
"Jika klaim itu bisa diverifikasi, itu akan menjadi terobosan dalam ilmu kedokteran," kata Dr G. lavazhagan, Direktur Ilmu Fisiologi & Ilmu Terpadu, Institut Pertahanan. "Kita bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik bertahan hidup dalam kondisi buruk dengan sedikit makanan dan air atau tidak sama sekali" tambahnya
Di India memang sudah menjadi hal yang umum bagi umat Hindu menjalankan puasa tanpa makan dan minum bahkan selama delapan hari penuh. Secara teori, manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 50 hari. (MLA)

Read more: Seorang Pria Tidak Makan dan Minum 70 Tahun - Asal Kamu Tahu Aja
Powered By Blogger

Cari Blog Ini