Minggu, 06 Mei 2012
Minggu, 18 Maret 2012
Cerpen========MANFAAT UNTUK EGA=======
Sabtu, 14 Januari 2012
UKM PANDEKAR turut berduka cita atas
berpulangnya ke Rahmatullah guru besar beladiri Tifan Pokhan indonesia
ustadz AD el Marzdedek dalam usia 73 tahun diBandung
kontribusi yang melegenda dari beliau adalah perannya sebagai penyebar ilmu beladiri Islam asal Asia Tengah, Thifan Pokhan. Dari tangannya telah lahir banyak pendekar-pendekar Thifan Pokhan, sebuah aliran beladiri Islami,Ustadz Marzdedeq juga dikenal sebagai penulis buku di bidang akidah dan Yahudilogi.
semoga amal dan ibadahnya diterima oleh Allah SWT..
Minggu, 01 Januari 2012
Beladiri dan Diri kita
Apa yang ada dalam pikiran masyarakat ketika mendengar kata-kata beladiri(martial art)??
Sungguh beragam apa yang masyarakat pikirkan tentang beladiri,mulai dari suatu identitas pria,hingga sampai yang sederhana adalah sebuah olahraga,mungkin saja tidak ada yang bisa memungkiri bahwa apa yang ada didalam pikiran masyarakat tentang beladiri benar adanya,karena didalam beladiri itu sendiri ada nilai-nilai life style(saat ini),dan olahraga itu sendiri. Akan tetapi cukupkah kita memahami beladiri sampai pada tahap life style dan olahraga semata dalam porsi pemahaman yang jauh lebih banyak dari yang lainnya. Tentu tidak, mengapa??
1. Beladiri sebagai budaya
2. Beladiri sebagai kontrol diri dan social
3. Beladiri sebagai sarana pengenal diri dengan yang menciptakan diri(Tuhan)
1. Beladiri sebagai budaya
Tentu pemahaman bahwa beladiri sebagai budaya sudah menjadi mutlak untuk kita ketahui,karena beladiri apapun itu sejatinya menampakkan budaya dari Negara asalnya,katakanlah Wushu dari cina,Karate dari jepang, Tae kwon do dari Korea, lebih lagi Silat,kesemuanya itu adalah perwakilan dari budaya Negara masing-masing.
2. Beladiri Sebagai kontrol diri dan social
Sepertinya akan lebih dalam maknanya ketika kita mengikuti beladiri tidak sampai pada tahap sekedar ikut-ikutan(lebih-lebih untuk keren-kerenan),tapi sampai pada tahap mengenal lebih jauh tentang pemaknaan(filosofi),dimana filosofi akan mengantarkan kita terhadap control diri sepenuhnya,emosi disiplin gerak,hingga sampai pada bagaimana memberlakukan orang lain selayaknya diri kita,karena beladiri apapun itu mengajak untuk memanusiakan manusia.
3. Beladiri sebagai sarana pengenal diri dengan yang menciptakan diri( Tuhan)
Menurut saya inilah filosofi tertinggi dari beladiri bagaimana diri ini setelah lama menjadi beladiriwan/wati mengenal hakikat yang mesti menjadi muara rasa ketakutan kita,siapa yang mesti harus ditakuti dan ternyata kekuatan diri ini hanya karena yang Maha Kuat itu sendiri
Dari uraian diatas adakah pernyataan yang mampu menyatakan bahwa beladiri ada pembatasan umur,gender,atau strata hidup untuk mengikutinya???
Tentu tidak,karena semua orang punya hak untuk belajar budaya,mengenal dirinya dan Tuhannya
Tua muda,kaya miskin,pria wanita punya hak untuk belajar beladiri. Dan semua berhak untuk memilih.
Sabtu, 31 Desember 2011
ILMU BELADIRI
Seorang preman lokal mendekati dan langsung menendangnya keras,
"Ciaaaat!!" Pemuda kecil jatuh tersungkur dari bangkunya.
Ketika dia bangun, si preman berkata dengan sombong, "Itu tadi taekwondo dari Korea."
Karena takut, pemuda itu tak menanggapi. Dia lalu kembali duduk ke bangkunya.
Namun tidak lama kemudian, preman tadi kembali mendekati dan membantingnya,
"Gubrakkk!" Pemuda kecil itu terjerembab. Saat dia bangun, preman berkata lagi, "Itu tadi judo dari Jepang."
Pemuda kecil itu tetap tidak menanggapi. Perlahan-lahan dia kembali duduk.
Tidak lama kemudian, si preman menonjoknya, "Buggg!"
Pemuda kecil kembali jatuh, lalu si preman berkata, "Itu tadi boxing dari Amerika".
Pemuda kecil menyadari mulutnya mengeluarkan darah. Lalu dia bangun dan tidak kembali ke bangkunya. Perlahan-lahan dia keluar dari bar.
Tidak beberapa lama kemudian pemuda kecil itu masuk ke bar dan menghampiri si preman.
Tanpa berkata apa-apa lagi dia langsung memukul si preman, "Bletokkkk!" Si preman langsung jatuh pingsan.
Pemuda kecil ingin memberi penjelasan, tapi si preman tidak juga siuman. Pemuda kecil menghampiri pemilik bar dan berkata,
"Pak, bila preman ini bangun tolong beritahu bahwa yang tadi itu linggis dari gudang."
Itu saya dapat dari sebuah web (http://profilsehat.blogspot.com/2011/01/ilmu-bela-diri.html)...
CERITANYA LUCU.. TAPI,, SEBENARNYA MENYEDIHKAN....
kebanyakan dari mereka yang memiliki ilmu beladiri mempergunakan untuk ajang sok sok an...
Padahal bukan itu dan bukan begitu seorang beladiri bersikap di depan umum..
terkadang kita lupa... untuk apa beladiri itu sebenarnya.. cerita ini.. mengingatkan kita akan bagaimana beladiri itu digunakan... apakah untuk ke rendahan hati.. atau untuk pamer seperti cerita diatas...???
Hidup itu memang Pilihan.. Tapi, haruskah memilih yang salah dan tidak ada manfaatnyaa..??.
Let’s Think About that...!!!!!
