MESKI serupa, variasi gerakan kick and punch lebih fleksibel dibanding body combat. Selain membakar kalori, juga melatih otot tubuh melalui gerakan beladiri ringan.
Anda tentu ingat aktor kawakan Bruce Lee si pencetus Jet Kun Do, ataupun Steven Seagal, pemilik Dan 7 Aikido. Gaya mereka yang lincah dalam menjatuhkan lawan tampak cool di film-film yang mereka perani.
Wajar, mereka yang biasa melakukan latihan beladiri atau martial arts (apa pun jenisnya) umumnya memiliki bentuk tubuh sempurna dengan otot-otot tajam. Selain itu, kesehatan mereka pun sangat terjaga.
Kick and punch adalah sebuah kombinasi latihan di pusat kebugaran yang berhasil memadukan beragam beladiri seperti karate, taekwondo, tinju, pencak silat, dan aerobik. Bedanya, latihan kick and punch tanpa alat tambahan dan tidak menyentuh lawan.
Bergaya bak beladiri nyata, latihan ini sangat berguna terutama untuk melatih kardiovaskuler (pernapasan) semua otot dari kepala hingga kaki, termasuk juga membakar kalori. Uniknya, semua gerakan tersebut sifatnya anatomis, yakni gerakan yang biasa kita lakukan sehari-hari.
"Program kick and punch sengaja dirancang dari gerakan anatomis manusia seperti menaiki tangga, berlari, jongkok, dan lainnya," tegas Nurdin, Health Club Manajer Hotel Shangri-La Jakarta. "Hanya, intensitasnya diubah demi tujuan tertentu, seperti melatih kardio, otot, dan pembakaran lemak. Tentu, dikombinasikan pula dengan aerobik yang fun dan energik," tambahnya.
Latihan kick and punch sebenarnya hanya terdiri atas dua gerakan utama, yakni menendang (kick) dan memukul (punch). Keduanya lantas dikombinasikan dengan aerobik untuk melatih semua otot tubuh. Dalam sekali latihan (durasi satu jam), kata Nurdin, kalori yang dibakar mencapai 700. Jumlah yang cukup besar.
Karena bersifat anatomis, latihan ini sangat gampang dilakukan oleh semua usia, baik laki-laki maupun perempuan. Bagi pemula, biasanya akan diajarkan dasar-dasar gerakan dengan pilihan tingkat kesulitan. Mulai yang termudah hingga tersulit.
Bila baru pertama kali mencoba, lakukan gerakan yang paling ringan. Setelah itu, baru beralih ke tingkat yang lebih sulit. Ini akan berpengaruh terhadap proses pembentukan ataupun pembakaran kalori tubuh.
Mengenal Gerakan Dasar
Seperti umumnya latihan di pusat kebugaran, program kick and punch juga memiliki tahapan yang wajib diikuti semua pesertanya. Peserta yang datang terlambat dilarang mengikuti kelas langsung.
Selain dapat "mengganggu" kelas, hasil yang ia dapat juga tidak akan maksimal. Selain itu, dampaknya pada otot tubuh lumayan fatal. Sebab, sebelum kick and punch dimulai, peserta harus terlebih dulu melakukan pemanasan dan peregangan, minimal 15 menit, termasuk di dalamnya pengenalan gerakan dasar, dan pre-aerobik selama 10 menit. Jika tidak, bisa pegal atau kram.
Instruktur pun akan mengetahui tingkat kebugaran peserta dilihat dari keringat, cara bernapas yang mulai tidak teratur, serta tingkat kelelahannya. Karena di dalam latihan kick and punch tidak boleh berhenti, walau dalam keadaan kelelahan sekalipun.
Instruktur akan tetap memonitor peserta dan mengupayakan agar tetap berada di kelas, meski hanya jalan di tempat.
Hal ini sangat berpengaruh terhadap suhu tubuh yang telah naik. Jika harus istirahat, ia harus melakukan pemanasan ulang meski tidak lama. Latihan selanjutnya adalah aerobik inti yang dilakukan selama 25 menit.
Di latihan inti ini ada gerakan bayangan seperti skipping (loncat tali). Peserta pun bisa memilih tingkat kesulitannya dari tanpa lompat bersamaan, lompat salah satu, lompat rendah, dan kombinasi lainnya.
Latihan ini tetap terfokus pada tangan, kaki, dan perut. Di akhir latihan ada gerakan pendinginan (stretching) selama 15 menit. Gerakan ini dilakukan sembari melantai. Seperti pada pembentukan core muscle pada gerakan sit up, push up, squad hingga prone.
Latihan ini bermanfaat membentuk otot tulang belakang bagian bawah, paha bagian luar, hingga pantat.
(sindo//tty)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar