Jumat, 24 September 2010

Boleh Ngga Minum Air Es Sehabis Olahraga?



Boleh, meminum air dingin/air es sehabis berolah raga atau saat kita kepanasan justru lebih baik untuk mempercepat proses penyerapan cairan oleh tubuh.

Maksudnya saat suhu badan kita panas, meminum air dingin akan membuat suhu badan lebih cepat turun.

Air dingin yang paling baik adalah bersuhu 5�C (air dari lemari pendingin yang belum membentuk es) dan batas dingin yang dapat ditoleransi adalah 4�C. Dan jumlah air yang mesti anda minum juga perlu dibatasi kira-kira 500 cc.

Yang perlu diperhatikan adalah saat minum, jika anda menenggak satu botol air dingin sekaligus setelah berolahraga, ada kemungkinan kepala anda menjadi pusing, sebab sistem saraf pusat tidak siap merespon perpindahan dari panas ke dingin yang terlalu cepat.

Disarankan untuk minum air dingin satu-dua teguk dan biarkan tubuh anda beradaptasi terlebih dahulu, baru anda dapat meminumnya kembali.

Setelah berolahraga anda juga membutuhkan minuman yang mengandung isotonik dan elektrolit, komposisi minuman isotonic biasanya berupa karbohidrat dan kandungan elektrolit terutama Na+, K+, dan Cl-, sebab saat anda berolahraga, keringat yang keluar dari tubuh membawa pula elektrolit-ion dan kation yang dibutuhkan dalam kerja sel tubuh.

Elektrolit adalah uraian dari garam mineral yang secara alami sudah ada dalam tubuh kita. Elektolit juga merupakan gabungan dari ion positif (kation) & ion negatif (anion), berguna untuk membantu kelancaran fungsi cairan tubuh.

Air kelapa adalah salah satu minuman isotonik alami yang memiliki komposisi hampir sama dengan minuman isotonik lainnya. Kandungan yang terdapat di dalamnya: karbohidrat, protein, mineral (K, Na, Ca, Mg, Fe, Cu, P, S) dan vitamin (vitamin C & vitamin B kompleks), lebih terjamin karena tidak mengandung bahan pengawet, pemanis dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Selain air dingin (es) atau minuman isotonik untuk mempercepat proses penyerapan cairan, anda juga membutuhkan jus buah untuk mencegah pagal-pegal setelah melakukan olah raga, salah satunya adalah jus jeruk dan jus jambu merah.

Vitamin C yang banyak terkandung dalam jus tersebut terbukti membuat anda yang mengkonsumsinya sebelum dan sesudah berolahraga lebih sedikit merasakan pegal pada otot.

Pada prinsipnya: kekurangan air dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi, kehilangan elektrolit tubuh membuat kerja sel menjadi berat dan bisa menimbulkan kejang otot.

Rabu, 01 September 2010

Kemenpora Dukung Pembuatan Perda Olahraga

Padang, (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (RI) mendukung adanya ide untuk pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang keolahragaan sehingga ada jaminan dalam pembinaan olahraga di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Wacana pentingnya pembuatan Perda Olahraga muncul dalam Dialog


Dialog dengan Pembicara Deputi V Bidang Pembinaan Prestasi dan Iptek Olahraga Kemenpora, Tunas Dwi Darto yang dihadiri anggota PWI kabupaten/kota, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) se-Sumbar dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga se-provinsi itu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Misran kesempatan itu, menyampaikan pembuatan Perda tentang Olahraga sangat mendesak, guna pembinaan terhadap cabang-cabang olahraga dari semua pihak lebih jelas.

Menurut dia, kalau tidak ada sandaran hukum dalam pembinaan olahraga di daerah, tetap saja tak akan konsisten dalam implementasinya.

Misran menyontohkan, sudah memasuki yang ke 11 Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar, sering bertengkar dalam penetapan cabang-cabang yang dikompetisikan.

Kondisi itu, terjadi karena tidak ada landasan hukum yang dijadikan acuan dalam penentuan cabang-cabang yang akan dipertandingkan sehingga mengkuti kemauan masing-masing cabang Olahraga yang ada.

Sebaliknya, kata Misran, kalau sudah ada Perda, jelas tidak akan pertentangan dalam penetapan cabang-cabang yang akan diperlagakan.

Deputi V Kemenpora, Tunas Dwi Darto menyatakan, gagasan dalam pembuatan Perda Olahraga merupakan inisiatif yang bagus, tapi tentunya tergantung pengambil kebijakan (eksekutif dan legislatif).

Jadi, kalau Perda Olahraga sudah ada, jelas memperkuat komitmen dalam pembinaan cabang-cabang Olahraga di daerah.

Sama halnya, kata Tunas, di tingkat nasional ada Undang-undang Keolahragaan, tentu akan lebih baik kalau sudah ditindaklanjuti dalam bentuk Perda di daerah.

Untuk Perda Olahraga sampai sekarang belum ada pada provinsi di Indonesia. Tapi, untuk sekolah olahraga di Kalimantan Timur sudah ada Ranperdanya,' jelas Deputi V kepada Daerah.

Tujuan adanya Perda sekolah olahraga untuk menjamin pembinaan olahraga secara terencana, berkesinambungan dan penataan sistem supaya berjalan dengan baik.

Terkait, kalau sudah ada Perda, orang tidak bisa lagi keluar dari ketentuan yang dibuat, kalau tidak dijalankan berarti melanggar.

Jadi, katanya, mesti ada konsekwensi sanksinya bagi yang melanggar, baik sanksi administratif maupun bentuk lain yang diatur dalam Perda.

Menurut Tunas, dampak positif dengan adanya Perda Olahraga pada satu daerah cukup banyak, di antaranya olahraga akan terjamin keberlanjutanya untuk pempeminaan olahraga prestasi, olahraga rekreasi maupun olahraga pendidikan.

Kalau budaya olahraga masyarakatnya sudah bagus, karena olahraga mengajar sportifitas, kedisiplinan dan taat pada kompetisi serta aturan, maka tidak perlu teriak-teriak.

Terkait, sudah ada satu contoh yang nyata, satu teladan sehingga anak-anak muda tak akan berkelahi karena waktu luangnya sudah diisi dengan olahraga.

Kalau ada anak-anak yang ingin berkelahi, mereka bisa masuk cabang olahraga bela diri karena ada ajangnya secara resmi,' ujarnya.

Kesempatan itu, Kepala Bidang Organisasi PWI Sumbar yang bertindak sebagai moderator dialog, Zulnadi berpandangan, ide pembentukan Perda Olahraga sangat bagus.

Namun, tentunya perlu dilakukan seminar sehari dengan melibatkan semua unsur 'stakeholder' keolahragaan sehingga bisa akan banyak masukan.

Kalau sudah melalui proses kajian atau lokakarya, tentu rencana pembuatan Perda olahraga bisa mendapatkan dukungan dari eksekutif dan legislatif,' katanya. (antara-sumbar.com)

Selasa, 31 Agustus 2010

Misteri Ka'bah Menggegerkan NASA

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.



Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”



Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.



Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.



Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.



Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :

"Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam"

sumber http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4191113

Senin, 26 Juli 2010

selamat dan semangat latihan

selamat untuk unit taekwondo yang telah melaksanakan ujian kenaikkan tingkat kemarin tgl 18 juli 2010 d gor h. agus salim padang dan untuk unit pencak silat tenaga dasar indonesia yang juga melaksanakn ujian kenaikkan tingkat pada hari yang sama d gedung PKM unand........
semanggat terus untuk latihan...................
-----keep your spirit-----
zwani.com myspace graphic comments
Myspace Animated Comments

KO: Dulu Sampai Mati, Kini 10 Detik


Jakarta - Di hitungan ke-10 seorang petinju yang terjatuh atau tak sanggup melanjutkan pertarungan dianggap menyerah. Namun tahukah anda kalau dahulu sang musuh harus mati terlebih dahulu sebelum dicap Knock-Out (KO)?

Tinju sudah dikenal sebagai olahraga sekaligus hiburan sejak zaman Yunani kuno dan kekaisaran Romawi. Namun dahulu, peraturan dalam ajang adu jotos ini sendiri ternyata sangat simpel, yaitu siapa yang berhasil membunuh lawannya, dialah yang akan keluar sebagai pemenang!

Sadar bahwa perlindungan terhadap petinju sangat minim, maka dibuatlah sebuah aturan baru mengenai tinju pada tahun 1743 yang bernama London Prize Ring rules. Dalam aturan ini, seseorang sudah bisa dinilai kalah jika tidak bisa berdiri dalam hitungan ke 30. Adalah Jack Broughton petinju kelas berat pertama yang berhasil menjadi pemenang sekaligus melindungi lawannya dari kematian.

Selanjutnya, di tahun 1867 dibuatlah sebuah peraturan yang lebih modern dalam dunia tinju yang diberi nama Marquess of Queensberry rules. Dalam aturan ini, seseorang baru bisa di cap kalah jika dalam hitungan sepuluh detik tidak mampu lagi berdiri untuk melanjutkan pertarungan.

Dalam aturan Marquess of Queensberry rules ini juga kali pertama diberlakukan aturan 12 ronde dalam tinju. Aturan yang sampai saat ini masih berlaku.
sumber : http://www.detiksport.com/read/2008/11/11/161428/1035348/561/ko-dulu-sampai-mati-kini-10-detik
Powered By Blogger

Cari Blog Ini